Masalah Kegemukan pada Wanita

Memiliki tubuh yang gemuk merupakan salah satu kekhawatiran besar yang sering dirasakan kebanyakan wanita. Kegemukan bisa terjadi karena banyak hal sepele. Tapi banyak wanita yang sering mengabaikan penyebab-penyebab kegemukan tersebut. Kalau sudah gemuk, banyak sekali hal yang disalahkan. Nah, supaya Anda bisa lebih waspada, Anda perlu mengetahui beberapa penyebab kegemukan pada wanita berikut ini.

1. Melewatkan Makan

Kebanyakan oarang yang ingin menurunkan berat badannya justru disarankan untuk lebih sering makan. Bukan lebih banyak, tapi lebih sering. Artinya, Anda bukan disarankan untuk memperbanyak porsinya, tapi menambah jadwal makan Anda. Jadwal makan yang tidak teratur justru bisa menimbulkan masalah pada metabolisme tubuh. Jika melewatkan makan, biasanya pada jam makan berikutnya seseorang akan makan dengan porsi yang berlebihan. Itu dia yang kemudian menyebabkan kegemukan.

2. Makan di Malam Hari

Banyak wanita yang tidak suka makan di malam hari. Alasannya adalah karena takut gemuk. Apakah benar demikian? Ada yang mengatakan bahwa makan di malam hari bisa menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh. Tapi ternyata mitos tersebut tidak 100 persen benar. Anda tetap boleh makan di malam hari, tapi dengan catatan tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan. Jadi biasanya yang menyebabkan tubuh menjadi gemuk saat makan di malam hari adalah karena jenis makanan yang dikonsumsi, bukan karena waktu makannya.

3. Pola Hidup Tidak Terkontrol

Diantara kedua masalah penyebab kegemukan pada wanita tadi, salah satu yang paling sering terjadi adalah pola hidup yang kurang terkontrol. Misalnya seperti jarang olahraga, kurang tidur atau kurang minum air putih. Jika Anda melakukan hal-hal tersebut, metabolisme di dalam tubuh Anda bisa terganggu. Akibatnya, pembakaran kalori tidak akan berlangsung secara optimal. Oleh karena itu, mulai sekarang Anda perlu mengontrol pola hidup Anda supaya terhindar dari kegemukan.

Itu tadi adalah tiga masalah yang sering menyebabkan kegemukan oleh para wanita. Namun sayang, kebanyakan wanita tidak menyadari akan masalah-masalah tersebut. Sekian informasi singkat kali ini dan semoga bermanfaat.

Penyebab Lain Pertambahan Berat Badan

Stres

Ketika Anda stres, tubuh akan menjadi tegang dan memproduksi hormon yang bernama kortisol. Hormon ini menjadi penyebab utama meningkatnya nafsu makan sehingga membuat Anda dengan mudah menyantap makanan apa pun untuk menenangkan diri.

Kurang tidur

 Ada beberapa hal yang membuat kurangnya waktu tidur berhubungan erat dengan pertambahan berat badan, yaitu:

  • Saat Anda kurang tidur,terjadi peningkatan kadar hormon dalam tubuh yang bisa meningkatkan rasa lapardan nafsu makan.
  • Tidur larut malam membuat Anda berpeluang lebih besar untuk mengonsumsi makanan ringan di malam hari sehingga menambah timbunan kalori di dalam tubuh.
  • Kurang tidur membuat Anda cenderung memilih sembarang makanan seperti goreng-gorengan daripada cemilan sehat seperti buah.

Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Ternyata mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan pertambahan berat badan, seperti:

  • Antidepresan: depresimenjadi salah satu penyebab pertambahan berat badan karena penderitanya lebih memilih untuk tidak aktif dan berdiam diri di rumah. Namun sayangnya, obat-obatan untuk menangani depresi dapat menyebabkan berat tubuh meningkat juga. Tapi ada juga sebagian penderita yang nafsu makannya kembali karena suasana hatinya telah lebih baik dan bukan karena efek samping antidepresan.
  • Steroid: kenaikan berat badan karena meningkatnya nafsu makan dapat menjadi efek samping dari obat-obatan anti-inflamasi non-steroid (OAINS) seperti prednisolon. Orang yang mengonsumsi steroidjuga dapat mengalami perubahan pada bagian tubuh tertentu yang menyimpan lemak seperti pada perut dan wajah.
  • Obat-obatan lain: obat-obatan lain juga dapat menyebabkan pertambahan bobot tubuh, misalnya obat untuk menangani penyakit migrain, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kejang-kejang. Begitu pula dengan obat-obatan antipsikotik yang biasa digunakan untuk menangani gangguan bipolardan skizofrenia.

Mengidap penyakit tertentu

Beberapa penyakit berikut ini dapat memicu perubahan hormon yang dapat menjadi penyebab kegemukan, antara lain:

  • Hipotiroidisme:adalah kondisi saat tubuh tidak memproduksi hormon tiroidsecara mencukupi. Kondisi ini menyebabkan pertambahan berat badan akibat melambatnya metabolisme tubuh.
  • Sindrom Cushing: terjadi ketika kelenjar adrenalmemproduksi terlalu banyak hormon stres, seperti kortisol, atau pada orang yang mengonsumsi steroid untuk pengobatan penyakit lupus, artritis, atau asma. Pertambahan berat badan terutama dapat terlihat pada wajah, punggung bagian atas, leher, dan pinggang.
  • Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK): wanita pengidap sindrom ini umumnya memiliki banyak kista kecil dalam organ reproduksinya. Wanita dalam kondisi ini memiliki resistensi terhadap hormon yang berperan mengontrol kadar gula darah (insulin) sehingga menyebabkan pertambahan berat badan yang umumnya berpusat di bagian perut.

Teknologi dan gaya hidup

Gaya hidup dengan segala kemudahan seperti akses internet ke hampir segala tempat dapat membuat orang lebih lama duduk di depan layar dibandingkan sebelumnya. Kebiasaan duduk dalam waktu lama ini kerap dipadukan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan ringan berkalori tinggi sehingga menyebabkan pertambahan berat badan.

Berhenti merokok

Menghirup asap rokok membuat detak jantung Anda meningkat 10-20 kali lebih banyak dalam satu menit sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori saat merokok. Ketika seseorang berhenti merokok, nafsu makan akan bertambah tapi efek ini akan hilang dalam beberapa minggu. Manfaat berhenti merokok akan jauh lebih besar daripada terus merokok karena takut gemuk.

Diet yang ekstrim

Diet yang ekstrim dengan tujuan menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu yang singkat merupakan cara yang tidak efektif. Cara ini tidak melatih tubuh untuk membakar kalori berjumlah banyak dalam jangka panjang. Akibatnya,makanan yang Anda konsumsi tidak akan terbakar sepenuhnya dan dampaknya berat tubuh justru kembali naik dengan cepat.

Mengurangi Risiko Pertambahan Berat Badan

Meski lebih sulit dideteksi, faktor-faktor penyebab kegemukan tetap dapat dikelola dengan cara-cara sebagai berikut:

Pola tidur yang baik. Biasakan memiliki jam tidur dengan cukup, serta mulai tidur dan bangun di jam yang sama tiap hari. Gunakan kamar tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual.

Tanyakan kepada dokter sebelum berhenti mengonsumsi obat tertentu. Jika Anda sudah mengalami pertambahan berat badan karena konsumsi obat, sebaiknya periksakan diri ke dokter sebelum memutuskan untuk menghentikan pemakaian. Anda juga dapat menanyakan alternatif pengobatan yang tidak berisiko meningkatkan bobot tubuh.

Bergerak aktif. Baik karena konsumsi obat atau karena keadaan kesehatan, peningkatan berat badan umumnya disebabkan oleh menurunnya kondisi metabolisme tubuh. Bergerak aktif tiap hari, seperti berjalan kaki menaiki tangga, adalah satu cara sederhana demi menjaga kebugaran tubuh. Dengan olahraga secara teratur, suasana hati seseorang akan lebih baik sehingga jauh dari stres berlebihan dan depresi.

Memahami penumpukan cairan akibat konsumsi obat. Peningkatan berat badan karena konsumsi obat-obatan tertentu terkadang hanya disebabkan oleh penumpukan cairan. Pertambahan bobot karena kondisi ini tidak bersifat permanen dan dapat segera hilang pasca masa konsumsi obat. Pada masa-masa tersebut, Anda disarankan untuk menerapkan pola makan berkadar garam rendah. Contoh obat yang bisa meningkatkan kandungan cairan tubuh adalah pil KB.